7371
Hits

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI BAHASA MELALUI PERISALAH

Sejak tahun 1998, lanjut Oskar, BPPT telah melakukan riset khusus kebahasaan dengan membuat aplikasi untuk mengenali angka yang masih sangat sederhana. Hingga saat ini BPPT terus berupaya mengembangkan teknologi kebahasaan, untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam bidang teknologi kebahasaan.

Menurutnya, jika segi komputasi dalam teknologi bahasa sudah dapat dikuasai, tentunya Bangsa Indonesia akan semakin mampu membuat aplikasi-aplikasi terkait bidang telekomunikasi. Nantinya tentu saja akan berujung pada meningkatnya kemampuan industri dalam negeri dalam menghasilkan produk-produk yang menggunakan teknologi bahasa. Hal ini juga akan berimbas pada meningkatnya daya saing industri dalam negeri, jelas Oskar.

Berbicara mengenai teknologi kebahasaan, BPPT telah berhasil mengembangkan sebuah alat pengubah speech menjadi text atau yang biasa dikenal perisalah rapat. Pengembangan perisalah ini, dilatarbelakangi oleh permasalahan notulensi yang biasa dilakukan disetiap rapat, di instansi manapun.

Selain membutuhkan waktu penulisan yang lama, kendala lain yang sering dihadapi adalah sulitnya menentukan siapa yang sedang bicara dan pada menit keberapanya. Kesulitan juga ditemui dalam menentukan intisari dan pengambilan keputusan rapat, karena recording yang biasa dilakukan mudah dihapus dan manajemen arsip rapat yang tidak secara elektronik.

Dari segi keamanan data, Oskar menerangkan bahwa setiap suara yang selesai terekam dan masuk ke server lalu akan diberi digital signature, jadi tidak memungkinkan perubahan termasuk admin tidak dibolehkan merubah. Karena apabila ada sentuhan didalam data suara akan diketahui dari konsistennya, dan tanda tangan digitalnya pun akan berubah.

Akhir 2010 lalu, perisalah telah mentranskrip ruang sidang pleno di Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 2 Agustus - 2 September 2010. MK sebagai lembaga peradilan pertama di Indonesia sekaligus institusi pertama yang secara resmi menggunakan Perisalah rapat otomatis, katanya.

Pengakuan produk Perisalah

Tahun 2009 Komponen perisalah mendapat 3 penghargaan dari 101 Inovasi Indonesia paling perspektif dari Ristek dan Bisnis Inovation Center. Lalu tahun 2010 mendapatkan penghargaan sebagai Juara I kategori Research and Development (R&D) pada ajang lomba Indonesia ICT Award (INAICTA) 2010 dan Ristek Award pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional sebagai teknologi inovatif dan mendapat lencana pembangunan untuk pengembangan Perisalah dan perangkat aksesibilitas penyandang cacat dan menjadi nominator di Asean Pasific Award.

Saat ini, perisalah sudah memasuki tahap komersialisasi. Dalam hal ini BPPT sebagai lembaga litbangyasa bersinergi dengan PT. INTI. BPPT berperan dalam membuat prototipe, dan PT. INTI tertarik untuk membiayai dari prototipe ke bentuk yang komersial. Karena ketika akan diimplementasikan pada tataran yang lebih luas sesuai dengan demand masyrakat, tidak dapat digunakan begitu saja tapi harus di scale up, dan membutuhkan sentuhan investasi yang tidak sedikit, ungkap Oskar lagi.

Sebagai salah satu program prioritas nasional dan telah ada di RPJM 2010-2014. Kedepannya, perisalah akan dikembangkan dengan membuat adaptasi pengguna (speaker adaptation), sehingga dapat meningkatkan akurasi.

Pada tahun 2012, kami mentargetkan untuk mengembangkan multi languange transcription. Jadi ketika rapat internasional, apabila kita berpidato bahasa Indonesia suara yang keluar berbahasa inggris, begitu sebaliknya, jelas Oskar. (KYRA/humas)