8879
Hits

Nanoteknologi: Riset Masa Lalu, Sekarang, dan Akan Datang

Administrator
08 Jun 2016
Layanan Info Publik

 

Dalam orasi ilmiahnya yangg berjudul Rekayasa Material Nano Untuk Aplikasi Sensor Bersensivitas Tinggi, Ratno menegaskan besarnya manfaat nanoteknologi disegala bidang, termasuk bidang elektronika.

 

"Dibidang elektronika, nanoteknologi telah mentransformasikan komponen handphone seperti IC (integrated circuit), memori dan baterai menjadi ukuran sangat kecil dengan performa yang semakin baik. Seiring perkembangan zaman, sensor yang semakin kompak, kecil, portable dan kaya akan konten, dituntut diciptakan", papar Ratno.

 

Dirinya meyakini, peluang pengembangan nanoteknologi di Indonesia sangat besar. Meski 20an persen industri telah menerapkan nanoteknologi, namun 89 persen bahan bakunya masih impor. Kondisi ini, tambah Ratno, yang memberikan dorongan pengembangan nanoteknologi dalam negeri, untuk mandiri sesuai kondisi lingkungan Indonesia.

 

"Dibidang pertanian, sensor nano dapat dimanfaatkan untuk memonitor suhu, kelembaban dan kadar air supaya tanaman tumbuh subur. Kehalalan bahan makanan bagi umat muslim, dapat dengan cepat dan akurat dideteksi dengan sensor nano berbasis surface plasmon resonance. Demikian juga di bidang inspeksi dan keamanan, sensor nano sangat sensitif untuk mendeteksi obat-obat terlarang yang diperlukan oleh bea cukai di bandara", terangnya.

 

Ratno menyadari pemahaman pentingnya nanoteknologi di Indonesia, belum merata. Adanya anggapan nanoteknologi adalah teknologi tinggi menjadikan Indonesia tertinggal jauh. Padahal, apabila dikembangkan, sensor nano berbasis bahan baku lokal dapat membawa manfaat bagi masyarakat.

 

"Pengembangan berbasis bahan baku lokal akan melahirkan produk-produk nano buatan dalam negeri pula. Dengan demikian kemandirian daya saing industri akan semakin meningkat dan kesejahteraan rakyatpun tercapai", tandasnya.(HUMAS-HMP)