9521
Hits

KONSEP RUMAH SAKIT RAMAH LINGKUNGAN DI INDONESIA MASIH TERKENDALA

 

Pada dasarnya penerapan Green Hospital,sebut Yudi adalahpenggunaan air yang efektif dan efisien, penggunaan energi listrik yang efisien, serta pengelolaan limbah cair yang berwawasan lingkungan. “Selain itu, konsep Green Hospital menuntu adanya pengelolaan limbah padat (sampah) berwawasan lingkungan, upaya pelestarian lingkungan rumah sakit agar lebih baik, sehat dan nyaman, a.l. melalui ruang terbuka hijau dan menjadikan rumah sakit area bebas rokok, serta terwujudnya manajemen rumah sakit yang berwawasan lingkungan,” imbuhnya.

 

Pada seminar yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mewujudkan rumah sakit yang ramah lingkungan (green hospital) ini, salah satu komponen yang mendapat perhatian bagi rumah sakit dalam rangka menuju Green Hospital dalam konteks ini adalah Pengelolaan Sampah atau Limbah Padat.

Kepala Balai Teknologi Lingkungan (BTL-BPPT), Arie Herlambang dalam sambutannya menyampaikan tujuan seminar untuk  memberikan wawasan tentang aturan dan kebijakan pemerintah, membahas kendala-kendala administasi dan teknis operasional yang dihadapi para pengelola rumah sakit dan instansi pembinanya di berbagai daerah di Indonesia, dan memaparkan beberapa alternatif solusi teknologi yang siap untuk diterapkan.

Seminar yang dilaksanakan di BPPT, Jakarta ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang berasal dari berbagai rumah sakit dan instansi pembina di seluruh Indonesia,  dan 80% di antaranya berasal dari RSUD. Hadir sebagai pembicara : Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Sudirman, Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik Kementerian Kesehatan, Deddy Tedjasukmana Basudi, Perwakilan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Lia D. Partakusumah dan Muslina, serta Kepala Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan dan Industri di FKM Universitas Indonesia dan pernah menjadai Deputi Kepala Bapedal bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan (1999-2000), dan Haryoto Kusno Putranto.Adapun dari ajang diskusi yang berjalan ternyata permasalahan-permasahan yang dihadapi pihak rumah sakit dan instansi Pembina di daerah adalah masih banyaknya rumah sakit yang mengalami kesulitan dalam penanganan limbah B3 karena masalah perizinan operasional insinerator limbah medis, kesulitan pembuangan limbah B3 karena faktor jarak dan biaya, daur ulang sampah, serta banyak peralatan insinerator yang mengalami kerusakan dan tidak bisa beroperasi.

"Dengan demikian banyak rumah sakit yang belum bisa mematuhi peraturan perundangan yang berlaku, a.l. Peraturan Pemerintah RI no. 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3, Peraturan Pemerintah RI no. 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, Kepmenkes no. 1405 tahun 2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.  Kondisi yang demikian ini memerlukan penyelesaian masalah yang konkrit dan tidak berlarut-larut atau cepat, a.l. melalui solusi teknologi yang tepat. Salah satu teknologi alternatif yang banyak mendapatkan perhatian pada seminar ini adalah teknologi autoklaf untuk sterilisasi limbah padat medis. (AH, MAK, FA-TPSA/SYRA/humas)