6740
Hits

Inovasi Biopeat, Lahan Gambut Kini Bisa Panen Jagung

 

Diungkapkan Kepala BPPT, Biopeat akan membakar keasaman tanah gambut sehingga bisa digunakan untuk menanam berbagai jenis tumbuhan. Selain itu, Biopeat juga mengandung unsur pupuk yang dapat membuat buah yang dihasilkan lebih manis dibanding tidak menggunakan Biopeat.

 

 

"Ini solusi kalau mau menanam enggak usah dibakar tapi dengan menaburkan Biopeat. Masalah kebakaran lahan gambut, dengan adanya diseminasi ini, bisa jadi satu solusi. Masyarakat butuh untuk kehidupan ekonomi lebih baik,"  paparnya.

 


Kepala BPPT lantas optimis bahwa inovasi biopeat bisa diterapkan di daerah lainnya, termasuk Kalimantan yang memiliki banyak lahan gambut yang belum dapat dimanfaatkan.


"Biopeat siap dikomersilkan.  BPPT sedang mengurus sertifikasi penggunaannya agar sesuai dengan standar tersendiri," pungkasnya.
 
 
Di tempat yang sama, Bupati Indragiri Hilir HM Wardan menyebut bahwa pihaknya sangat mengapresiasi inovasi biopeat. Hal ini imbuhnya, sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk dapat mengolah lahan gambut.
 
 
"Biasanya sabut kelapa hanya menjadi limbah dan busuk, dibiarkan begitu saja. Dengan biopeat lahan gambut bisa jadi subur dan ditanami sayur dan buah," katanya.
 
 
Seorang petani lokal, Ramli mengatakan bahwa  dengan biopeat ini dia tidak perlu membakar lahan untuk mencari abu agar gambut bisa ditanami. 
 
 
Bahkan diakui, lahan yang dikelola olehnya sudah ditanami dengan sayur mayur, seperti bawang, jagung, terong dan lainnya. 
 
 
"Sudah panen semua. Hasil panen nya pun sudah laku dijual ke sekitar Riau. Pembeli datang sendiri katanya. Sayur pun bagus hasil biopeat ini," bangganya.
 
 
Lebih lanjut Direktur PT RSUP, Tay Ciatung mengatakan pihaknya terus melakukan inovasi-inovasi baru, agar industrinya terus mumpuni. Inovasi Biopeat digunakan untuk memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan lahan gambut.
 

"Ini kontribusi kami untuk masyarakat, bentuk sosial kami," tutupnya. (Humas/HMP)
 
Berita BPPT Terkait