6041
Hits

Deputi TAB BPPT: Wujudkan Ketahanan Pangan, Techno Park Grobogan Harus Mampu Ciptakan Pangan Alternatif non Beras

 

Deputi Kepala BPPT, Eniya L. Dewi saat membuka acara Monev Techno Park Grobogan mengatakan bahwa pihaknya ingin memperkokoh ketahanan pangan nasional. Hal ini katanya dapat diwujudkan melalui Techno Park Grobogan dengan menciptakan berbagai olahan pangan seperti beras alternatif berbahan baku jagung dan ketela, serta pangan alternatif lainnya.

 

"Potensi jagung dan kedelai ingin kita arahkan di Techno Park ini untuk mengangkat komoditas lokal agar menjadi komoditas bisnis berdaya saing tinggi. Kita juga inginkan lahir pengusaha pemula berbasis teknologi terkait penganekaragaman pangan,'" jelas Eniya. 

 

Ditambahkannya, masalah ketersediaan pangan, khususnya beras dan kedelai kerap menjadi permasalahan nasional. Impor pangan dan kondisi perubahan iklim, sebut Eniya harus dapat diantisipasi oleh penganekaragaman konsumsi pangan di masyarakat, agar tidak selalu bergantung pada konsumsi pangan beras.

 

"Pola makan dan kebiasaan konsumsi pangan non beras yang harus kita biasakan. Techno Park Grobogan dengan potensi unggulan lokal yakni jagung dan kedelai harus mampu menjadi motor penggerak tumbuhnya industri olahan pangan alternatif," tegasnya.

 

Dirinya juga mengakui bahwa sudah tiga bulan ini telah mengkonsumsi beras olahan ketela jagung yang juga menjadi hasil riset BPPT yang dikembangkan di Techno Park Grobogan ini. "Beras olahan ini, meski olahan non beras, namun nilai gizi nya sama. Memang cara memasaknya harus dikukus, namun harus kita biasakan," ujarnya.

 

Menutup sambutannya, Eniya menuturkan betapa pentingnya peran pemerintah daerah terkait Techno Park ini. "Semoga pemerintah daerah terpilih kedepan tetap berkomitmen pada pembangunan Techno Park Grobogan ini," pungkasnya. (Humas)