481
Hits

BRIN Jadikan Sagu Sebagai Komoditas Unggulan Melaui Diversifikasi Produk Turunan

Sagu merupakan tanaman lokal yg memiliki potensi luarbiasa. Luas lahan sagu di Indonesia mencapai 5.5 juta hektar, dimana sekitar 4.7 juta hektar berada di Provinsi Papua dan Papua Barat.

 

Plt. Kepala Kantor Pusat Teknologi Agroindusti  Badan Riset dan Inovasi Nasional (PTA - BRIN) Arief Arianto mengatakan walaupun sagu melimpah di negara kita namun sagu masih saja belum menemukan tempat yang tepat untuk berpijak dan berkembang.

 

Peryataan tersebut dilontarkan kala membuka Webinar Riset Diversifikasi Produk Turunan Sagu yang diselenggarakan Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) melalui PTA - BRIN.

 

Lebih lanjut Arief mengungkapkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi terutama masalah budidaya, karena sagu yg diolah saat ini masih berasal dari hutan sagu.

 

"Jika dieksploitasi secara berlebihan maka akan menimbulkan masalah baru. Oleh karena itu budidaya sagu menjadi sebuah keharusan untuk menghasilkan komoditas sagu yang berkelanjutan bagi industri," terangnya.

 

Arief mengungkapkan webinar ini berfokus pada produk turunan sagu; teknologi pasca panen sagu mulai dari proses dan pemanfaatannya; serta hilirisasi inovasi mie sagu instant.

 

"Sagu memiliki tempat khusus bagi sebagian masyarakat indonesia. Semoga dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan mampu menjadikan komoditas sagu sebagai tuan rumah di negeri sendiri," pungkasnya. (BRIN - SAS)

 

More to follow