3630
Hits

43 Tahun BPPT - Luhut B. Pandjaitan Siap Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional Berbasis Riset dan Inovasi

Admin HKH
23 Aug 2021
Layanan Info Publik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menginginkan Indonesia tidak lagi bergantung dengan produk luar negeri. Salah satu caranya dengan meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri untuk barang keperluan industri, khususnya pada masa pandemi covid-19 yang masih terjadi di Indonesia, ujarnya di acara HUT BPPT ke-43 yang disiarkan di kanal YouTube BPPT RI dan CNN Indonesia (23/08).

 

Luhut menekankan, bahwa kita harus membangun rasa nasionalisme yang kuat untuk penerapan TKDN ini, mengingat selama ini impelementasi P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri) menjadi persoalan yang tak kunjung terpecahkan. 

 

Karenanya saatnya  tegas dan di hadapan semua pihak baik dari Pemerintah maupun swasta untuk menjadikan pandemi ini sebagai momentum guna terus mendorong penggunaan produk dalam negeri, ujarnya.

 

Luhut pun mendorong agar para anak-anak Indonesia yang berprestasi untuk ikut berperan serta dalam mensukseskan perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi dengan melanjutkan studi atau beasiswa  agar menjadi ahli-ahli hebat dan dapat berkontribusi memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

 

Untuk meningkatkan perekonomian nasional, kinerja inovasi harus lebih ditingkatkan melalui perbaikan daya saing inovasi, penguatan kelembagaan, pembangunan sumber daya manusia yang terampil serta pendanaan untuk riset. Menurut Luhut, BPPT harus sukses melakukan reverse engineering pada teknologi kemaritiman dan transformasi digital dengan memperkuat kinerja inovasi dan inkubasi teknologi agar mampu menjadi primemover ekonomi dalam mendukung P3DN. 

 

Pengkajian dan penerapan teknologi harus terus dilakukan secara konsisten untuk menjawab tantangan inovasi dan teknologi yang dibutuhkan pada masa Indonesia Emas, jelasnya.

 

Sementara itu pada kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengucapkan dirgahayu BPPT ke-43 dan berharap BPPT diusia ke – 43 ini dapat memberikan inovasi-inovasi dan dorongan untuk perkembangan teknologi dikehidupan bangsa dan membawa Indonesia menuju Indonesia emas. 

 

Pandemi Covid-19 ini telah menjadi kehidupan secara global  dan pemerintah melihat ditahun yang lalu berbagai upaya untuk menyimbangkan dampak pandemi terhadap pertumbuhan ekonomi dan disini terlihat sektor informasi dan komunikasi capaiannya cukup baik. 

 

Salah satunya dengan pengembangan vaksin merah putih yang menurutnya harus segera terealisasi dan dipercepat penyelesaiannya, Airlangga mengatakan  bahwa ke depan perlu mempunyai kemampuan untuk memproduksi vaksin secara mandiri. 

 

Airlangga berharap dapat menjadikan Indonesia sebagai produsen teknologi sesuai dengan harapan Presiden pada Hakteknas 10 Agustus 2021 lalu, dengan konsolidasi kekuatan riset nasional harus sejalan dengan agenda pembagunan nasional, memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovatif dan teknologi kearah ekonomi hijau dan ekonomi yang berkelanjutan, transformasi menuju energi baru dan terbarukan serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau.

 

Karenanya peran riset inovasi dan teknologi memiliki peran penting dalam pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan berbagai hal perlu dilakukan kedepan agar pemulihan ekonomi dapat berbasis riset dan inovasi diantaranya mendorong riset ekonomi hijau dengan melalui kegiatan-kegiatan yang mencakup pengembangan energi baru dan terbarukan, bahan bakar hijau, sarana dan prasaaran kendaraan listrik seperti Fast Charging stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU), mempercepat komersialisasi hasil riset dan inovasi melalui kerja sama dengan dunia usaha seperti industri dan UMKM serta dengan Lembaga penelitian lainnya. 

Upaya ini  sangat pentng dalam alih teknologi yang mengarah pada pemanfaatan teknologi modern yang mempunyai daya proses yang optimal, serta meningkatkan kemampuan teknologi informasi dalam pengembangan riset dan  inovasi melalui pemanfaatan data online dan offline sehingga akan terjadi integrasi digital, ujarnya.

 

Airlangga berharap diusia BPPT yang ke -43 tahun ini dapat memberikan sumbangsih dalam penanganan pandemi Covid-19 terutama dalam pengembangan vaksin merah putih ataupun vaksin adaptasi teknologi lainnya yang diharapkan tahun 2022 nanti bisa dipanen, jelasnya. (Humas BPPT)